Digital clock

Selasa, 09 April 2013

Shadow Of Power

author : Steve Martini

genre : mistery

penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

halaman : 584

sinopsis :

Seorang penulis dibunuh dengan kejam ketika melakukan tur publisitas. Sebagai provokator sastra yang selalu menginginkan tajuk berita utama, bukunya yang terakhir mungkin melangkah terlalu jauh. inspirasinya tentang bahasa rahasia yang terkubur dalam konstitusi Amerika Serikat dan berbagai petunjuk tentang kedashyatan surat Thomas Jefferson yang lama hilang, mungkin sudah cukup untuk menghasilkan robekan yang tidak mampu diperbaiki kembali pada lembaran bangsa ini...dan mungkin mendorong pemuda berdarah panas melakukan pembunuhan. Namun Paul Madriani menduga pemuda bermasalah yang memiliki koneksi gelap itu dikambinghitamkan untuk menutupi sesuatu yang jauh lebih mematikan  dan membusuk di jantung politik Amerika. setelah peristiwa menghilangnya hakim Mahkamah Agung yang misterius, Madriani harus bertahan cukup lama untuk menemukan berbagai jawaban merusak yang tersembunyi di balik bayangan kekuasaan.

Review :

pertama kali lihat di gramedia (fyi demi keisenganku belanja novel di gramedia seminggu dua kali atau lebih akhirnya aku buat member gramedia juga, lumayan diskon 10 %) aku lihat ada buku terbaru steve martini.
Aku fans Mr Martini, aku orang hukum dimana sehari-hari bergelut di bidang hukum walauuuu bukan di pidana...jadi terpaksa membelok dari mau beli historical romance akhirnya beli buku ini.

Aku ga begitu suka dengan power dan kekuasaan, including politics...jadi aku pas beli buku agak ragu juga sih...karena bagaimanapun bagi orang politik atau yang mempunyai kekuasaan, mereka berlindung di balik tabir kekuasaan. contoh ga usah dari buku aja deh, my mom baru aja ribut ama aparat di warung (fyi my mum punya warung makan) yang mabok-mabokan tapi ga mau disalahkan dan diperingatkan bahwa mengganggu kenyamanan.

eniwey bahas soal buku ini, suasana politiknya lumayan kental karena ngebahas soal perbudakan dan konstitusi dimana sebetulnya di amerika yang dikatakan negara bebas untuk berekspresi masih mendukung perbudakan (dalam artian membeda-bedakan ras).

steve martini adalah jagoan meramu dari awal sidang sampe terakhir, tapi kayaknya dalam beberapa buku jarang diceritakan orang yang dibelanya dihukum. mungkin bagi sebagian orang bakal bosen kalau baca ini karena ga dicritakan secara detil mengenai proses pembunuhan, pengejaran si pembunuh dsb. Steve membahas mengenai proses peradilan disana, tawar menawar hukuman, mengajukan bukti dan saksi dkk.

cuma sayang di buku ini bagian akhir ga begitu seru, dan entah bagian translatenya amburadul atau emang bagian tsb njlimet tapi ada beberapa bagian yang aku harus baca beberapa kali baru aku mudeng maksudnya.

pas bagian akhir juga si madriani tahu yang jahat siapa kesannya memaksa karena dari riuhnya sidang tiba-tiba sudah pemaparan kenapa dan siapa yang jahat.

tapi overall, buku ini layak baca bagi penggemar proses hukum tapi masih lebih bagus buku-buku lain...

;)

Tidak ada komentar: